JAKARTA, Investor Daily
Raja baja dunia Lakshmi Mittal masuk dalam kategori 100 orang paling berpengaruh di dunia pada 2007 versi majalah Time, Amerika Serikat.
Sosok Mittal juga dianggap sebagai “reinkarnasi” Andrew Carnegie, pelopor industri baja dari India.
Pemberian gelar sebagai orang yang berpengaruh ini terbilang baru bagi Mittal, karena dia biasa dinobatkan sebagai orang terkaya dalam berbagai versi. Majalah Forbes menempatkan Mittal sebagai orang terkaya nomor lima dan kini kekayaannya mencapai 19,25 miliar pounsterling atau sekitar US$ 38,5 miliar.
Mittal dinobatkan menjadi salah satu tokoh yang berpengaruh karena sumbangsihnya di bisnis baja membuat perubahan besar terhadap dunia. Selain itu, sosok Mittal juga dianggap menjadi contoh yang patut ditiru oleh banyak kalangan, ‘menjadi besar dari bawah’.
“Mittal sukses menerjang hambatan untuk mencapai tujuannya, yakni mewujudkan mimpinya menjadi raja baja dunia. Visinya yang besar memunculkan pemikiran-pemikiran yang mengejutkan,” demikian tulis Times . Selain itu, Mittal juga dikenal sebagai orang yang sangat dermawan dan murah hati.
Dalam laporan yang dirilis belum lama ini, Time juga memasukkan Ketua Kongres India Sonia Gandhi, pemimpin Al Qaida Osama bin Laden, dan Paus Benediktus XVI sebagai orang-orang yang memiliki pengaruh besar bagi dunia. Daftar itu dibuat untuk mengetahui siapa saja wanita dan pria yang kekuatan, pengaruh, talenta, atau moralnya mampu mengubah dunia.
Berbagai Gelar
Berbagai gelar dan penobatan diterima oleh sosok yang tetap bersahaja itu meski bergelimangan uang. Selain masuk daftar the Rich List 2007, majalah Forbes pada Maret 2007, harian ekonomi Inggris The Financial Times menyebut Mittal sebagai Person of the Year 2006.
Mittal pada akhir April lalu juga kembali dinobatkan sebagai orang terkaya di Inggris. Bagi milyuner kelahiran India yang sudah menjadi warga negara Inggris itu, penobatan ini bukan hal baru lagi. The Sunday Times dalam laporan Rich List 2007 yang dirilis Minggu (6/5) mengungkapkan, total kekayaan gabungan yang dimiliki Mittal dan 999 orang kaya lainnya berjumlah 360 miliar pounsterling, atau melonjak 301 miliar poundsterling dari 2006.
Sepanjang tiga tahun berturut-turut, Mittal telah menjadi orang terkaya di Inggris atas peranannya sebagai Presiden Dewan Direktur dan CEO ArcelorMittal, produsen baja kelas rendah dan menengah terbesar di dunia yang memiliki aset di Rumania, Bosnia-Herzegovina, Afrika Selatan, Polandia, Republik Ceko, Indonesia, dan Kazakhstan.
Bernama lengkap Lakshmi Nivas Mittal, Raja Baja keturunan India ini lahir pada 15 Juni 1950 di desa Sadulpur, distrik Churu, negara bagian Rajasthan, India.Mittal berubah menjadi sosok yang luar biasa setelah menjadi bos besar Arcelor Mittal. Berbeda dengan kondisinya saat pertama kali dilahirkan di India, kini, dia dan keluarganya bisa bermanja-manja dan menikmati enaknya bermandikan uang triliunan dolar.
Rumahnya di Kensington Palace Gardens berdiri megah layaknya istana raja. Rumah yang terletak di wilayah elite kota London itu dibeli Mittal dari bos balap formula satu Bernie Ecclestone senilai 57,1 juta poundsterling (US$ 105,7 juta) pada 2004, harga termahal untuk pembelian sebuah rumah.
Pualam yang dibangun di istana Mittal itu sama dengan pualam yang digunakan di Taj Mahal, India. Di Kensington, dia juga bertetangga dengan Paul Reuter, bos pendiri kantor berita Reuters.
Kendati bukan orang Inggris asli, kecintaannya terhadap negara itu ditunjukkan dengan langkah nyatanya untuk mendonasikan dana dua juta poundsterling untuk mendukung kampanye Partai Buruh, partai milik Perdana Menteri Tony Blair, pada 13 Juli 2005 dan kembali melakukan hal itu pada 16 Januari 2007 dengan nilai tiga juta poundsterling.
Gaji 33 Kali
Gaji Mittal dilaporkan 33 kali lebih besar jika dibandingkan gaji para CEO-CEO India pada umumnya. Sebagai CEO ArcelorMittal, ia mendapat paket upah US$ 3,6 juta per tahun. Jumlah itu jauh melampaui kompensasi yang didapat para CEO India tiap tahunnya.
Berdasarkan laporan tahunan Arcelor Mittal yang dirilis untuk para pemegang saham pekan lalu, gaji pokok yang diterima Raja Baja itu sebesar US$ 2,005 juta plus tunjangan performansi sebesar US$ 1,677 juta pada 2006.
Selain itu, Mittal juga mendapat jatah saham gratis sebanyak 100.000 saham senilai US$ 1,8 juta pada 2006. Total stock options yang dikuasai Mittal sebanyak 440.000 saham dengan nilai lebih dari US$ 8 juta.
Di luar total stock options yang dimilikinya, jumlah kompensasi keseluruhan yang diterima Mittal tiap tahun tidak dapat dijadikan perbandingkan dengan paket upah yang diperoleh CEO-CEO India.
Menurut perusahaan konsultasi sumber daya manusia Mercer HR Consulting, gaji pokok Mittal sebesar US$ 2 juta itu 22 kali lebih besar dibandingkan gaji pokok rata-rata yang diterima CEO India.
Bahkan, berdasarkan survai yang diadakan Mercer HR, CEO-CEO asal India digaji paling rendah dibandingkan para mitra CEO dari Asia yang memiliki gaji pokok US$ 89.759 dan gaji tahunan US$ 111.510.
Sedangkan anak Mittal, Aditya Mittal dan CFO Mittal Steel, menerima gaji pokok US$ 942.000 pada 2006, atau 10 kali lebih besar dibandingkan gaji pokok CEO India.
Aditya juga mendapat tunjangan performansi sebesar US$ 1,6 juta tahun lalu sehingga total paket upah yang diterimanya lebih dari US$ 2,5 juta, atau 22 kali lebih besar dibandingkan paket upah tahunan CEO di India. (dian agustina)