Gudang Garam dan Djarum Terkaya di Indonesia, Kekayaan Bill Gates US$ 56 Miliar

JAKARTA, Investor Daily

Bill Gates kembali memuncaki daftar orang terkaya dunia 2007 versi majalah Forbes 2007. Pendiri Microsoft itu bertahan di posisi puncak dalam 13 tahun terakhir. Gates memiliki kekayaan sebesar US$ 56 miliar (sekitar Rp 536,9 triliun). Angka itu jauh di atas target penerimaan pajak Indonesia dalam APBN 2007 (tanpa PPh migas) sebesar Rp 452,5 miliar. Harta Bill Gates juga masih di atas cadangan devisa Indonesia yang kini sebesar US$ 45,69 miliar.


Dalam setahun terakhir, kekayaan Gates meningkat sekitar US$ 2 miliar. Dari 946 miliarder dunia dengan total kekayaan US$ 3,5 triliun, 178 orang di antaranya merupakan pendatang baru. Jumlah tersebut meningkat 35% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 793 miliarder. “Ini merupakan tahunnya orang-orang terkaya,” kata Steve Forbes, pendiri Forbes.

Mereka berupaya untuk menciptakan kekayaan dengan memanfaatkan sejumlah celah bisnis di pasar terbuka. Hal itu tercermin pada menguatnya pasar saham yang diimbangi dengan kenaikan harga komoditas di pasar internasional serta real estat. “Dalam lima tahun terakhir, meskipun terjadi serangkaian konflik di beberapa negara, secara riil, ekonomi dunia mampu tumbuh lebih dari 25%,” jelas Steve seperti dikutip BBC.

Urutan kedua orang terkaya adalah Warren Buffet yang mengumpulkan kekayaan sebesar US$ 52 miliar (Rp 473,2 triliun), atau melonjak US$ 10 miliar dibanding 2006 yang mencapai US$ 42 miliar. Konglomerat telekomunikasi asal Mexico Carlos Slim Helu menyusul di urutan ketiga dengan kekayaan yang meningkat dari US$ 19 miliar menjadi US$ 49 miliar (Rp 445,9 triliun atau hampir setara target penerimaan pajak Indonesia).

Sejumlah pengusaha dari Cina dan emerging market juga masuk dalam daftar orang-orang terkaya tersebut. Orang terkaya dari India mampu melampaui kekayaan para miliarder Jepang. Pengusaha India yang berbisnis di industri baja, Lakshmi Mittal, mampu menempati posisi lima besar dengan kekayaan mencapai US$ 32 miliar. Dari daftar orang-orang terkaya yang mencakup 53 negara itu, miliarder asal Rumania dan Serbia, baru pertama kali masuk tahun ini. 

Rusia mencatat 19 miliarder baru, dengan Roman Abramovich, pemilik klub sepak bola Inggris, Chelsea, meraup kekayaan sebesar US$ 18,7 miliar. Penulis buku Harry Potter, JK Rowling dan bos Formula 1 Bernie Ecclestone juga termasuk di antara 29 orang terkaya di Inggris.

Orang Terkaya dari Indonesia

Dari Indonesia, majalah terbitan Amerika Serikat itu menempatkan Rahman Halim (pemilik PT Gudang Garam Tbk) dan Budi Hartono (pemilik PT Djarum). Rahman Halim dan keluarga bertengger di posisi 538 dengan kekayaan US$ 1,9 miliar (Rp 17,29 triliun). Budi Hartono menempati posisi 664 dengan kekayaan sebesar US$ 1,5 miliar (Rp 13,65 triliun).

Selain dikenal sebagai produsen rokok, Gudang Garam memiliki anak usaha PT Matahari Kahuripan Indonesia yang didirikan pada 1993. Perusahaan itu membawahi 14 anak perusahaan, beberapa di antaranya bergerak dalam bisnis perkebunan kelapa sawit.

Gudang Garam juga memiliki beberapa perusahaan lain, baik langsung menjadi anak usaha grup maupun yang dimiliki oleh Rachman Halim dan adik-adiknya secara pribadi. Beberapa perusahaan itu bergerak di sektor jasa keuangan, perbankan, properti, ritel, kertas kemasan, plastik, perusahaan investasi, hingga industri kimia.

Saat ini, Gudang Garam memiliki saham di PT Surya Raya Indah, pemilik Hotel Surya dan Hotel Merdeka. Pada 1998, Gudang Garam juga mendirikan PT Surya Pamenang yang bergerak di industri kertas kemasan. Secara perorangan, Rachman Halim juga masuk ke bisnis keuangan, setidaknya ia memiliki 30% saham di Bank Halim. 

Sama halnya Gudang Garam, Grup Djarum juga ekspansi keluar industri rokok.

Mereka berinvestasi ke sektor perbankan dan properti. Bergabung dalam Konsorsium Farallon, Grup Djarum melalui Alaerka Investment memenangi tender penjualan 51% kepemilikan saham pemerintah di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Maret 2002.

Di sektor properti, Djarum membangun pusat grosir Wholesale Trade Centre (WTC) Mangga Dua Jakarta melalui anak perusahaan PT Cipta Karya Bumi Indah (CKBI). 

Kelompok usaha ini lantas berekspansi di sektor perhotelan. Melalui CKBI, Djarum menancapkan usahanya di kawasan segitiga emas dengan memenangi tender pengelolaan Hotel Indonesia (HI) dan Hotel Inna Wisata selama 30 tahun. Pola yang dipakai adalah build, operation & transfer (BOT). Untuk proyek ini Djarum menyediakan dana sekitar US$ 154,76 juta atau Rp 1,3 triliun rupiah untuk peremajaan kedua hotel yang akan disulap menjadi satu hotel plus mal bernama Grand Indonesia. (art)

The ‘Forbes’ Top Ten

1. Bill Gates, 51

Kekayaan US$ 56 miliar (AS, Microsoft)

2. Warren Buffett, 76

Kekayaan US$ 52 miliar (AS, investor)

3. Carlos Slim Helu, 67

Kekayaan US$ 49 miliar (Mexico, Telmex)

4. Ingvar Kamprad, 80

Kekayaan US$ 33 miliar (Swedia, Ikea)

5. Lakshmi Mittal, 56

Kekayaan US$ 32 miliar (India, baja)

6. Sheldon Adelson, 73

Kekayaan US$ 26,5 miliar (AS, hotel dan kasino)

7. Bernard Arnault, 58

Kekayaan US$ 26 miliar (Prancis, Louis Vuitton dan Christian Dior)

8. Amancio Ortega, 71

Kekayaan US$ 24 miliar (Spanyol, Zara)

9. Li Ka-shing, 78

Kekayaan US$ 23 miliar (Hong Kong, seluler, retailer, pembangkit listrik)

10. David Thomson, 49

Kekayaan US$ 22 miliar (Kanada, The Times)

Tinggalkan Balasan