JAKARTA, Investor Daily
Berdagang saham bisa membuat orang kaya mendadak, atau miskin tiba-tiba karena harga sahamnya hancur dalam sekejap. Volatilitas harga saham memacu adrenalin, membuat investor makin keranjingan, dan berharap dewi fortuna selalu menghampirinya.
Salah satu sosok yang dihampiri dewi keberuntungan belum lama ini adalah Yang Huyian, anak kedua pendiri Country Garden Holding Co (CGH), perusahaan properti yang bermarkas di Provinsi Guangdong. Kekayaan wanita berusia 25 tahun ini tiba-tiba melonjak 36% menjadi US$ 9 miliar, dua kali lipat dibanding kekayaan Nina Wang, yang menduduki peringkat 35 terkaya dunia versi Majalah Forbes.
Semuanya berawal saat Yang duduk sebagai direktur eksekutif perusahaan CGH dan memutuskan untuk mencatatkan 2,4 miliar saham perusahaan di pasar saham Hong Kong pada 20 April 2007. Bak mendapat durian runtuh, penjualan saham CGH mengalami oversubscribed hingga 255 kali. Ini adalah sukses IPO terbesar kedua Tiongkok setelah IPO Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) senilai HK$ 410 miliar pada Oktober tahun lalu.
Dalam debut pertamanya di pasar saham Hong Kong itu, CGH mampu meraup keuntungan US$ 1,66 miliar. Alhasil, perusahaan properti tersebut kini menjadi perusahaan pengembang terbesar di Tiongkok, yang memiliki nilai pasar US$ 15 miliar.
Forbes mengategorikan Yang sebagai taipan termuda kedua di dunia setelah Pangeran Albert von Thurn und Taxis dari Jerman. Dia juga dipastikan menjadi wanita kaya paling muda di dunia versi majalah itu. Kekayaan Yang juga melampaui jumlah uang yang dimiliki wanita terkaya Tiongkok yang dikenal sebagai “Ratu Kertas” Zhang Yin ( dalam bahasa Mandarin: Cheung Yan Zhang Yan) . Zhang adalah direktur utama perusahaan pengepakan kertas Nine Dragons Paper Holdings Ltd.
Menurut laporan majalah Hurun pada Oktober 2006, Zhang dikategorikan sebagai orang terkaya di Tiongkok yang memiliki kekayaan personal mencapai 27 miliar yuan (US$ 3,4 miliar). Zhang juga menguasai 72% aset perusahaan kertas tersebut yang nilainya lebih dari HK$ 48 miliar.
Anak Usahawan
Yang adalah anak kedua dari seorang usahawan properti bernama Yang Guoqiang. Sebelum mendirikan CGH pada 2007, Guoqiang dikenal sebagi pebisnis yang ulet, mempunyai lahan pertanian, peternakan sapi, dan pabrik semen. Saat ini, Guoqiang dikenal sebagai pengusaha sukses yang mengelola bisnis properti dan sejumlah hotel. Nilai propertinya juga berlipat ganda setelah provinsi Guandong berkembang menjadi provinsi yang diminati banyak investor.
Yang menghabiskan studinya di bidang marketing dan logistik di Ohio State University, Amerika Serikat. Dia kemudian bergabung dengan bisnis properti keluarga setelah lulus sekolah pada 2005. Pada tahun tersebut, ayahnya memberikan sekitar 60% aset perusahaan untuk dikelola.
Ayahnya, Yang Guoqiang, percaya Yang mampu mengelola perusahaan dengan baik dengan ilmu yang diperolehnya dari negeri Paman Sam itu. Sang ayah, secara bertahap namun pasti, bertekad mewariskan usahanya itu kepada anak perempuannya tersebut.
Guoqiang mengikuti jejak konglomerat Hong Kong, Li Ka Shing yang mendidik anaknya untuk mengembangkan bisnis dari bawah. Guoqiang menyadari persaingan bisnis di era globalisasi semakin ketat. Sebelum diserahi bisnis keluarga, Guoqiang mempersiapkan anaknya dengan disiplin tinggi. Anaknya juga sering diajak dalam berbagai pertemuan bisnis di luar negeri. Ia juga menyekolahkan anaknya ke Amerika Serikat ketika masuk sekolah menengah.
Yang tidak mau jika dia dianggap mendompleng kesuksesan ayahnya. Keinginannya bergabung di perusahaan tersebut murni karena dia ingin mengembangkan kemampuan dan ilmu yang diperolehnya saat sekolah. Dia juga diberi kebebasan penuh untuk mengelola aset-aset perusahaan tanpa harus menunggu komando dari orang tuanya.
Menurut prospektus perusahaan, Yang saat ini menjabat sebagai direktur eksekutif CGH. Dia aktif mengawasi kegiatan-kegiatan procurement, manajemen enterprise resources, dan strategi-strategi pengembangan.
Yang kini dikabarkan telah menikah dengan seorang pejabat pemerintah di Provinsi Guangdong. Menurut Southern Metropolis Weekly, upacara pernikahan dilakukan di pengujung 2006, di Provinsi Guangdong, RRT, tempat keluarganya mengembangkan bisnisnya. Majalah itu juga menampilkan foto pernikahan Huyian.
Berbuah Sukses
Kerja keras yang dibangun keluarga Yang kini berbuah manis. Padahal, menurut laporan sejumlah media Tiongkok, termasuk Hong Kong Economic Times, keluarga itu dulunya adalah keluarga miskin. Guoqiang berasal dari desa Shunde, kawasan di luar kota Guangdong.
Guoqiang (57) memulai bisnisnya dari bawah. Dia pernah menjadi buruh pembuat batu bata, buruh bangunan, penggembala ternak, dan petani. Pada umur 17 tahun, Guoqiang baru sempat merasakan enaknya mengenakan sepatu. Menginjak usia 20 tahun, Guoqiang menjadi mandor di suatu proyek dan kemudian menjadi ahli di bidang konstruksi.
Berkat perjuangan yang tiada henti, Guoqiang berhasil mendirikan perusahaan real estat pada era 1990-an dan mengembangkan kerja sama miliaran dolar. Tidak hanya proyek perumahan, bisnis keluarga ini juga melebar ke sektor perhotelan dan pengelolaan apartemen. Tidak mudah memang bagi Guoqiang, tetapi ketelatenan dan ketekunan itu telah menuntunnya mereguk kenikmatan yang diimpikan semua orang, menjadi kaya. (dian agustina)