Dari Programmer Jadi Konglomerat

JAKARTA, Investor Daily

Perjalanan Kris Taenar Wiluan menjadi konglomerat cukup panjang. Berawal ketika ia menyelesaikan studinya pada 1971, Kris Taenar Wiluan bekerja di Guest, Keen and Nettlefold (GKN Group) di Inggris sebagai Computer Programmer/analyst.


Pada 1973, dia kembali ke Singapura dan bekarir di United Motor Works (UMW) sebagai General Manager. UMW adalah perusahaan publik yang tercatat di Bursa Singapura dan Malaysia yang mendistribusikan mesin dan alat berat. Di sana Kris bertanggungjawab pada penjualan dan pengembangan bisnis di Indonesia.
Pada 1977, dia memulai bisnis sendiri di bidang kontraktor Supplier and Logistic untuk perusahaan-perusahaan minyak multinasional di Indonesia.Bisnis keluarga Kris di Indonesia adalah distributor suku cadang otomotif dan pelumas mesin, kimia industri, dan bumbu masak yang dimulai sejak 1950 oleh ayahnya bernama Henk Wiluan.Pada 1979, dia mereorganisasi bisnis sang Ayah menjadi perusahaan holding keluarga di bawah bendera PT Citra Bonang dengan mempekerjakan 150 karyawan.

Pada 1983, bisnis pribadinya di bidang perakitan peralatan pengeboran minyak dikonsolidasikan ke dalam PT Citra Tubindo. Sebuah perusahaan yang bergerak di perakitan dan pemrosesan pipa pengebor minyak, casing, dan tubing yang berbasis di Pulau Batam. Saat ini, Citra Tubindo telah mencatatkan sahamnya di papan utama Bursa Efek Jakarta (BEJ).Perseroan merupakan pemasok utama Oilfield Tubular (Seamless Steel Pipes) untuk keperluan eksplorasi minyak/gas, produsen dan distributor minyak/gas. Kiprah bisnis Citra Tubindo bukan hanya di Indonesia, tapi juga seluruh dunia dengan mengoperasikan pabrik hasil joint venture di Labuan-Malaysia, Vung Tao-Vietnam, serta Songkla dan Sathahib-Thailand.Citra Tubindo menyuplai sejumlah perusahaan besar di Asia, Australia, Timur Tengah, Rusia, Amerika Selatan, dan AS.Pada 1986, Kris membangun resor terintegrasi di Nongsa, Batam yang dilengkapi dengan lapangan golf (karya Jack Nicklaus), sebuah International Marina dengan holiday chalets, dan sebuah hotel resor untuk pemancingan, diving, dan echo tourism. Untuk menuju resor hanya diperlukan 25 menit perjalanan ferry dari ter minal Tanah Merah, Singapura dan 15 menit melalui jalan darat dari Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.

Saat ini Citra Tubindo beserta 35 anak perusahaannya berada di bawah naungan perusahaan holding, Citramas Group dengan memperkerjakan total 2.000 karyawan. Seluruhnya di bawah kendali Kris.Cakupan bisnisnya pun bertambah menjadi perakitan peralatan pengeboran minyak, pelayaran dan logistik, jasa pengeboran, pembangunan infrastruktur, seperti pelabuhan, terminal ferry dan perusahaan telepon, serta hotel dan industri liburan.Kris adalah Presiden dan CEO Citra Tubindo, Presiden Citramas Group yang berbasis di Batam, dan Direktur Utama perusahaan keluarga, Citra Bonang yang berbasis di Jakarta. Perusahaan yang disebut terakhir memiliki 1.000 karyawan di 12 anak perusahaan dan lebih dari 50 cabang di seluruh Indonesia. (gie)

Tinggalkan Balasan