Asuransi Mega Incar Sektor Migas

JAKARTA, Investor Daily

PT Asuransi Umum Mega mengincar sektor minyak dan gas (migas) untuk mengembangkan produk baru asuransi perlindungan. Saat ini perusahaan menunggu izin dan diharapkan bisa terealisasi dalam waktu dekat. 

“Kami akan mencoba untuk masuk pada sektor migas. Pasalnya, kami melihat potensi pendapatan dari sektor ini sangat besar,” kata Direktur Teknik Asuransi Mega Lukman Siregar kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.

       

Menurut Lukman, perusahaan sudah mendekati beberapa perusahaan migas. Anak usaha Para Group ini sebelumnya lebih mengandalkan pendapatan premi dari asuransi kendaraan bermotor.  Kendaraan bermotor mengontribusi 50% terhadap pendapatan premi dan sisanya diperoleh dari unit cargo.

       

Hingga akhir Juni 2007, Asuransi Mega berhasil meraup pendapatan premi sekitar Rp 60 miliar dari target akhir tahun sebesar Rp 200-300 miliar. Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun lalu. Tahun 2006, perusahaan hanya mampu memperoleh pendapatan premi senilai Rp 68 miliar.

    

Lebih lanjut Lukman menegaskan, perusahaan belum berencana merevisi target sebelumnya. “Kami masih optimistis target pendapatan premi bisa tercapai hingga akhir tahun. Sebab, biasanya pendapatan premi lebih besar diperoleh pada kuartal akhir, terutama pada Desember,” tandas dia. Sedangkan laba bersih perusahaan mencapai Rp 6 miliar, tumbuh 100% dari periode sama tahun lalu.

     

Sementara itu, unit syariah yang belum lama ini diluncurkan mulai menunjukkan kinerja keuangan yang cukup baik. Untuk meningkatkan kinerja keuangan lebih baik, unit syariah perseroan telah   bekerja sama dengan beberapa bank, antara lain PT Bank Syariah Mega Indonesia, PT Bank DKI, dan PT Bank Muamalat Indonesia. (c106)

Tinggalkan Balasan